Kopi. Ngopi. Dan Hubungannya dengan Mengemudi.

Kopi. Mendengar kata kopi telinga akan akrab dengan suasana berkumpul, santai-santai dan menghabiskan waktu di luar kesibukan. Kopi juga akrab bagi mereka yang meyakini solusi kelelahan dan mengantuk adalah “ngopi”. Benarkah demikian jika dihubungkan dengan kegiatan mengemudi?

Unsur yang punya peran menunda kantuk dari kopi adalah kafein. Kafein sendiri adalah sejenis senyawa yang punya fungsi merangsang pusat syaraf manusia. Saat kafein di-konsumsi kinerja syaraf bisa lebih tajam dan kuat. Meski kadar kafein pada kopi (asli) berbeda-beda tapi umumnya punya jumlah di kisaran 85 mg di dalam satu cangkir kopi. Itupun berbalik lagi kepada bagaimana kopi tersebut di-olah.

Ditilik dari jenis kopinya pun pengemudi wajib tau bahwa kopi yang dimaksud adalah kopi yang lahir dari biji asli dan di konsumsi, bukan kopi instan (sachet) yang mudah ditemui di warung-warung atau kedai-kedai di banyak titik pemberhentian. Mengapa bukan kopi instan? Karena umumnya bahan dasar dari bubuk kopi instan hanyalah olahan yang bisa dari jagung, banyaknya susu hingga gula serta turunan dari biji kopi grade terbawah yang punya kualitas buruk.

“Ngopi” atau minum kopi sejatinya tidak menghilangkan kantuk tapi hanya menunda kantuk dan sifatnya hanya sementara. Sementara yang dimaksud adalah tidak dalam waktu yang panjang dan solusi kelelahan tadi hanyalah bisa diatasi dengan istirahat (tidur).

Ngopi. Ngopi.

Lalu apa solusinya? Jika secara sugesti “ngopi” mampu menangani kantuk, barengi dengan istirahat tidur singkat. Contoh kegiatannya adalah dengan meminum kopi, habiskan, dan luangkan waktu untuk tidur selama 15 menit atau lebih dikenal dengan teknik “15 minutes power nap”. Tempatnya dibuat se-rileks mungkin dengan alarm yang telah diatur sebelumnya. Efek kejut dari bunyi alarm secara fungsi bisa membuat otak lebih segar dan efek “ngopi” sebelumnya bisa terasa lebih ber-faedah. Ini karena efek kafein tersebut tidak instan dan baru terasa di 15 menit berikutnya. (jess) | Foto : Google.

0 comments on “Kopi. Ngopi. Dan Hubungannya dengan Mengemudi.Add yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.