Jalan Publik Bukan Sirkuit Balap

Oktober 2009 lalu seorang Mick Doohan menjadi ujung tombak kampanye keselamatan jalan (road safety) bertajuk “The Road’s No Place to Race“, isinya adalah tentang desakan terhadap para pengendara sepeda motor untuk berlaku aman di jalan raya dan tidak seolah-olah berkendara di dalam sebuah trek balap.

Video kampanye tersebut memperlihatkan suasana balap MotoGP yang sudah melalui tahapan editing dengan tambahan halang rintang layaknya objek-objek di jalan raya. Kampanye-nya sendiri diusung oleh The Motor Accident Commission of South Australia serta diproduksi oleh Clemenger BBDO Adelaide.

The Road’s No Place to Race

Mick Doohan bilang gini di akhir video, “If I had to face the same obstacles on the race trackthat you do on the road, I’d probably be dead”. Artinya “Jika saja saya menghadapi hambatan seperti yang kamu hadapi di jalan raya, saya mungkin sudah mati”.

Dan ini kaitannya selalu erat di berbagai zaman, bahkan tahun 2020 ini dimana perlakuan pengendara kerap menyamaratakan persepsi berkendara di jalan raya atau ruang publik adalah sama seperti berkendara di sebuah trek balap. Tidak ada lagi kepatuhan terhadap batas kecepatan dan pentingnya mengusung keselamatan pengguna jalan lain. Saat kendaraan dianggap mumpuni untuk melaju kencang maka sah bagi pemilik kendaraan tersebut untuk mencobanya bahkan di ruang publik seperti jalan bebas hambatan.

Beredar pula belakangan ini sebuah kendaraan tengah melaju super kencang, mungkin 2-3 kali lipat dari kecepatan kendaraan lain. Mobil sport putih bahkan tertangkap kamera melaju di ruang sempit di antara dua mobil dan selanjutnya melaju lebih kencang.

Meski belum di-konfirmasi apakah video tersebut ada hubungannya dengan kecelakaan mobil sport Nissan GT-R di lajur 4 ruas tol Jagorawai beberapa waktu lalu tapi paling tidak video adu cepat tersebut mengingatkan kita kembali bahwa ada regulasi yang ditanam di setiap ruas jalan demi keselamatan penggunanya. Saat regulasi tersebut diterabas tanpa ampun maka kualitas pengemudi bisa dilihat dengan amat sangat jelas.

Sekali lagi, jalan publik bukanlah sirkuit balap. Jalan publik punya banyak arus sementara sirkuit balap hanya satu. Jalan publik punya banyak penghalang yang dapat mencederai sementara sirkuit balap punya barrier khusus untuk meredam kendaraan yang overshoot.

Tanamkan kualitas #NyetirLebihBaik dengan mampu membedakan mana jalan publik dan mana sirkuit balap. Hargai nyawamu, fungsikan isi kepalamu. Stay safe. (dev) | Foto : Googleimages

0 comments on “Jalan Publik Bukan Sirkuit BalapAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *